Viral Kritik Program MBG di Threads


Sebuah unggahan di platform media sosial Threads menjadi perhatian publik setelah memuat kritik terbuka terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Threads bernama wackos177 dan hingga saat ini tercatat telah dilihat sebanyak 28.014 kali, berdasarkan tangkapan layar yang beredar.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menuliskan pernyataan sebagai berikut:

“MBG, menurut keyakinan saya: program korupsi kasatmata-terang2an.. bergizinya bo'ong gratisnya bo'ong, krn kita jg yg byr lewat pajak!”

Unggahan itu juga disertai tagar #saverakyatindonesia dan #bebaskanparaaktivis, yang mengindikasikan sikap kritik sosial terhadap kebijakan pemerintah serta dukungan terhadap gerakan masyarakat sipil.

Selain teks, unggahan tersebut menampilkan sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan mengenakan hijab dan pakaian berwarna terang sedang duduk di sebuah lokasi yang menyerupai pos atau ruang pelayanan umum. Di hadapannya terlihat sebuah nampan logam bersekat yang biasa digunakan untuk penyajian makanan.

Pada nampan tersebut tampak beberapa porsi makanan dalam jumlah terbatas. Perempuan dalam video terlihat memegang dan memperlihatkan isi nampan tersebut ke arah kamera, seolah menunjukkan contoh makanan yang diterimanya. Di latar belakang video terlihat spanduk dengan tulisan sebagian terbaca, antara lain kata “TEMPOS”, “UM”, serta frasa yang mengandung kata “SELAMA LIBU…” dan “KESEHATAN”, meski tidak seluruh teks dapat terbaca secara jelas.

Tidak terdapat keterangan resmi dalam video mengenai lokasi, waktu perekaman, maupun institusi penyelenggara program yang dimaksud. Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan klarifikasi atau tanggapan resmi dari pihak pemerintah atau instansi terkait mengenai unggahan tersebut.

Unggahan ini memicu beragam reaksi dari warganet dan menambah deretan diskusi publik di media sosial terkait efektivitas, transparansi, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sesuai prinsip jurnalistik, informasi dalam unggahan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari sumber-sumber berwenang untuk memastikan konteks dan kebenarannya secara menyeluruh.

LSN News
lampungsnipernew