Sampah Koran Warnai Sholat Idul Fitri Palembang


Petugas kebersihan membersihkan sampah koran usai Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Palembang ramai jamaah
7
Jakarta, LampungSniperNew --
Sebuah unggahan di media sosial Threads oleh akun palembangkulukilir menyoroti fenomena meningkatnya sampah koran usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri di pusat Kota Palembang. Unggahan tersebut menjadi perhatian warganet karena menggambarkan kondisi kebersihan lingkungan setelah momen ibadah yang seharusnya berlangsung khidmat.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan.

“Meskipun imbauan untuk membawa pulang alas sholat masing-masing terus digalakkan, fenomena sampah koran seolah menjadi tradisi yang sulit terpisahkan dari momen Sholat Idul Fitri di pusat kota Palembang. Hal ini membuat beban kerja petugas kebersihan meningkat berkali-kali lipat tepat di hari kemenangan.

Potret perjuangan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik kemeriahan dan kesucian hari raya, ada tangan-tangan tulus yang bekerja dalam senyap demi kenyamanan mata memandang”

Selain itu, dalam visual unggahan juga terdapat tulisan:

“INTIP POTRET PERJUANGAN PETUGAS KEBERSIHAN SAAT MEMBERSIHKAN SAMPAH BEKAS KORAN SHOLAT IDUL FITRI DI MASJID AGUNG PALEMBANG”

Berdasarkan isi unggahan tersebut, fenomena penggunaan koran sebagai alas sholat masih banyak ditemukan di kalangan masyarakat. Meskipun telah ada imbauan agar jamaah membawa alas sholat pribadi yang dapat digunakan kembali, sebagian masyarakat masih memilih menggunakan koran karena dianggap praktis dan mudah dibuang.

Namun, kebiasaan tersebut justru menimbulkan persoalan baru, yakni meningkatnya volume sampah secara signifikan setelah pelaksanaan sholat berjamaah. Koran-koran bekas yang ditinggalkan berserakan di sekitar lokasi ibadah, termasuk di area jalan dan pelataran masjid, sehingga memerlukan penanganan ekstra dari petugas kebersihan.

Dalam unggahan yang sama, terlihat sejumlah petugas kebersihan bekerja mengumpulkan sampah koran di tengah keramaian masyarakat. Mereka tampak membersihkan area secara bertahap agar lingkungan kembali rapi dan nyaman digunakan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Masjid Agung Palembang maupun instansi terkait mengenai jumlah sampah yang dihasilkan atau langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut ke depannya.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun, setelah pelaksanaan Sholat Idul Fitri, persoalan sampah kerap menjadi sorotan di berbagai daerah, terutama di lokasi-lokasi dengan jumlah jamaah yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.

Dari sudut pandang pelayanan publik, meningkatnya volume sampah pada momen tertentu seperti hari raya tentu berdampak langsung pada beban kerja petugas kebersihan. Mereka harus bekerja lebih cepat dan lebih keras untuk memastikan lingkungan kembali bersih dalam waktu singkat.

Unggahan tersebut juga mengandung pesan moral yang kuat, yakni pentingnya menghargai kerja keras petugas kebersihan. Di balik perayaan hari besar keagamaan, terdapat pihak-pihak yang tetap menjalankan tugasnya demi menjaga kenyamanan bersama.

Sejumlah warganet yang melihat unggahan tersebut turut memberikan tanggapan. Sebagian besar menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, sementara yang lain mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Dalam konteks ini, peran edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Imbauan untuk membawa alas sholat sendiri, menggunakan perlengkapan yang dapat dipakai ulang, serta tidak meninggalkan sampah sembarangan perlu terus disosialisasikan.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengelola tempat ibadah dan pemerintah daerah, juga dibutuhkan untuk menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai dan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi refleksi bersama bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian, diharapkan perayaan hari besar keagamaan di masa mendatang dapat berlangsung lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi semua pihak.

Penulis : (Deni Papahan).
LSN News
lampungsnipernew